Jumat, 17 Juni 2016

PERTEMUAN V

PERTEMUAN V
SOFTWARE CISCO PACKET TRACER

Cisco Paket Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Software berfungsi mensimulasikan jaringan sebelum melakukan konfigurasi jaringan sesungguhnya (mengaktifkan sungsi masing-masing device hardware). Simulasi ini sangat bermanfaat untuk merancang jaringan yang kompleks.
Peer to Peer
Membuat skema sebuah jaringan komputer “peer to peer” menggunakan cisco packet tracer. Jaringan peer to peer adalah dimana dalam jaringan tersebut tidak terdapat client maupun server. Langkah-langkah pembuatan jaringan tersebut, sebagai berikut:
1.       Buka software Packet Tracer


2.       Selanjutnya pilih tools “End Device” yang terdapat pada pojok kiri bawah dari jendelakerja Cisco packet tracer dan pilih gambar PC-PT sebanyak 2 buah untuk pembuatan peer to peer

3.       Setelah itu pilih “connection” atau dengan symbol bergambar petir untuk pemasangan media transmisi, karena jaringan yang akan dibuat PC to PC maka menggunakan media transmisi kabel “cross” atau bias juga menggunakan “automatically” ikon bergambar petir untuk mudahnya.



4.       Selanjutnya setting IP Address kedua PC tersebut agar dapat terkoneksi satu dengan lainnya. Klik gambar PC lalu pilih “Desktop” dan pilih “IP Configuration”untuk memasukkan alamat IP address. Pada PC0 masukkan IP address 192.168.1.1 dan klik subnet mask maka otomatis akan muncul 255.255.255.255.0 dan pada PC1 masukkan IP 192.168.1.2 begitu juga dengan subnet masknya.




5.       Setelah selesai melkukan konfigurasi kedua PC tersebut. Lalukan test koneksi dengan melakukan ping ke salah satu PC tersebut. Caranya klik pada PC0 kemudian klik “Desktop” pilih “Comman Prompt” kemudian ketikan “ping 192.168.1.2” kemudian enter, apabila di-reply maka skema peer to peer berhasil.



Skema Static VLAN


Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan teknologi dari switch yang digunakan untuk meningkatkan kinerja jaringan dengan memisahkan broadcast jaringan besar menjadi lebih kecil. Sebelum membuat skema jaringan VLAN di atas harus diperhatikan dimana terdapat 4 buah client yang terkoneksi dengan 1 buat switch (1 area network =/24) dan adanya VLAN akan dipecah 1 buah Network tersebut menjadi beberapa Network. Dijelaskan pada gambar di atas VLAN10 terdiri dari 2 buah client dengan IP 172.168.1.1/24 dan 172.168.1.2/24 sedangkan VLAN 20 terdiri dari 2 buah client dengan IP 172.168.1.3/24 dan 172.168.1.4/24. Sebelum melakukan konfigurasi VLAN dapat dipastikan semua client dapat terkoneksi dan dengan adanya VLAN akan dibuat VLAN10 dan VLAN20 tidak dapat terkoneksi walaupun di dalam 1 network. Berikuta langkah-langkah konfigurasi VLAN:

1.       Pertama buat skema sama persis dengan digambar. Kemudian test koneksi VLAN10 dengan VLAN20 bisa terkoneksi atau tidak, agar bisa dibedakan diakhir percobaan.
2.       Kemudian klik Switch lalu pilih “CLI” untuk melakukan konfigurasi via console.
3.       Selanjutnya klik “enter” pada CLI, kemudian masukan perintah berikut

Switch>enable // untuk mengaktikan switch
Switch#vlan database //untuk membuat database vlan
Switch(vlan)#vlan 10 name kiri //membuat vlan10 dengan nama kiri
Switch(vlan)#vlan 20 name kanan //membuat vlan20 dengan nama kanan
Switch(vlan)#exit
Switch#configure terminal //untuk memulai konfigurasi
Switch (config)#int fa0/1 //untuk melakukan konfigurasi pada interface fastethernet0/1
Switch (config-if)#switchport mode access
Switch (config-if)#switchport access vlan 10
Switch (config-if)#ex
Switch (config)#int fa0/2 //untuk melakukan konfigurasi pada interface fastethernet0/2
Switch (config-if)#switchport mode access
Switch (config-if)#switchport access vlan 10
Switch (config-if)#ex
Switch (config)#int fa0/3 //untuk melakukan konfigurasi pada interface fastethernet0/3
Switch (config-if)#switchport mode access
Switch (config-if)#switchport access vlan 20
Switch (config-if)#ex
Switch (config)#int fa0/4 //untuk melakukan konfigurasi pada interface fastethernet0/4
Switch (config-if)#switchport mode access
Switch (config-if)#switchport access vlan 20
Switch (config-if)#ex

4.       Selanjutnya test koneksi jaringan melului command prompt apakah VLAN10 dan VLAN20 masih dapat terkoneksi. Bandingkan sebelum dan sesudah adanya VLAN



Tidak ada komentar:

Posting Komentar